Wisata Ciamis Jawa Barat │ Objek Wisata Karangkamulyan sudah diakui sebagai sebuah peninggalan kerajaan Galuh di jaman cerita sejarah Ciung Wanara atau Sang Manarah. Kisah Ciungwanara sendiri merupakan kisah kepahlawanan seseorang anak raja yang dibuang dengan berjuang untuk meraih kembali haknya yang merupakan latar belakang Kerajaan Galuh.
Area Situs Karangkamulyan
Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis ialah merupakan situs dari jaman Hindu-Buddha yang terletak di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, sekittar 16 Kilo Meter dari Kota Ciamis ke arah timur.
Komplek situs ini berupa hutan dengan luas 25,5 hektar, sesuai berada di
tepi jalan raya yang menghubungkan Ciamis - Banjar. Batas situs
disebelah utara yaitu jalan raya, sebelah timur Sungai Cimuntur, sebelah
selatan Sungai Citanduy, & sebelah barat rest area.
Keunikan Situs Karangkamulyan
Objek Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis yakni
objek wisata sejarah yang telah tertata sangat rapi. Gerbang masuk
terdapat di sebelah barat. Pada bagian ini tersedia lahan parkir yang
lumayan luas juga dilengkapi kuliner seperti warung makanan yang
berjajar rapi disebelah timur halaman parkir. disebelah selatan halaman
parkir tetap terdapat halaman luas yang pada bagian barat berdiri sarana
tempat ibadah yang lumayan megah.
Untuk memasuki komplek Karangkamulyan dapat lewat pintu masuk yang
terdapat di bagian timur halaman belakang ruang parkir. Dengan melintasi
jalan tanah yang terpelihara bersih dengan sekian banyak
situs yang sudah nyaman dijangkau. Sejuknya udara serta keheningan yang
mistis dapat menyongsong visitor ketika memasuki situs. Terdapat sekian
banyak objek yang mampu ditemukan di situs ini, yakni :
Batu Pangcalikan
Wisata Budaya Ciung Wanara
ini yang pertama kali dijumpai dari pintu masuk situs ke arah timur.
situs ini berupa lahan yang sudah dikasih pagar besi, terdiri tiga
halaman. Masing-masing dibatasi susunan batu dengan ketinggiannya 1 m
lebar 0,35 m.
Halaman pertama terletak disebelah selatan. Halaman ke-2 terdapat
disebelah utara halaman pertama. Setelah Itu halaman ke3 terdapat di
sebelah utara halaman ke-2. Terhadap halaman ke3 ini terdapat bangunan
cungkup tidak dengan dinding tapi diselubungi vitrage putih.
Peninggalan yang ada berupa batu putih tufaan berukuran 92 x 92
centimeter bersama tinggi total 48 senti meter. Batu ini oleh penduduk
dinamakan pangcalikan. Di sebelah selatan batu ini berjajar tiga buah
batu datar dari bahan andesitik. Di sebelah barat daya batu pangcalikan
terdapat sekumpulan batu satu diantaranya berbentuk bulat panjang.
![]() |
| Situs Batu Pangcalikan |
Leuwi Sipatahunan, Sanghyang Bedil & Panyabungan Hayam
Objek Wisata Budaya Ciung Wanara
dan seterusnya lewat jalan tanah ke arah timur akan menemukan simpang
empat. Ke arah utara dapat mengambil kita menuju Leuwi Sipatahunan,
sedang ke arah selatan menuju SItus Sanghyang Bedil & Panyabungan
Hayam.
Leuwi Sipatahunan yakni salah satu sektor tepian Citanduy yang landai.
Di sini tak terdapat objek arkeologi. Konon di sinilah Aki Balangantrang
menemukan bayi Ciungwanara pada saat pertama kali.
Situs Sanghyang Bedil berupa bangunan susunan batu berbentuk sudut
empat. Pada bagian selatan terdapat celah tembok yang merupakan jalan
masuk. Di tengah lahan terdapat 2 batu panjang dalam kondisi patah.
Sebuah batu dalam posisi tegak & yang satunya lagi roboh. Batu yang
roboh ini dinamakan Sanghyang Bedil lantaran wujudnya serupa senapan
(bedil). Konon, ruangan ini dulunya yakni tempat simpanan senjata.
Di sebelah selatan situs Sanghyang Bedil terdapat lahan yang dinamakan
Panyabungan Hayam. Halaman ini berbentuk melingkar yang di tengahnya
terdapat pohon bungur. Pada sudut utara terdapat tatanan batu. Ruang
ini, sama seperti namanya, yakni ruangan berlangsungnya penyabungan ayam
antara Ciungwanara & Raja, sebelum hasilnya dilakukan kudeta.
![]() |
| Sanghyang Bedil |
Lambang Peribadatan
Wisata Budaya Ciung Wanara
Ciamis, kalau menyusuri jalan tanah ke arah utara selanjutnya berbelok
ke timur bakal dijumpai batu Lambang Peribadatan. Batu ini berada kepada
halaman yang dibatasi susunan batu berbentuk bujur sangkar. Jalan
masuknya berada di sudut timur.
Di tengah halaman terdapat batu berdiri berbentuk sisi empat panjang,
dikelilingi susunan batu bulat. Batu berdiri tersebut dahulu (thn
1960-an) ditemukan disebelah utara area kini terhadap jarak kira kira 10
m. Dengan beraneka pertimbangan selanjutnya didirikan di area saat ini
& dibuatkan pagar dari susunan batu layaknya objek yg lain.
![]() |
| Lambang Peribadatan |
Cikahuripan
Wisata Budaya Ciung Wanara, untuk menyusuri jalan tanah ke arah timur
hingga di Cikahuripan. Cikahuripan adalah jumpa dua sungai mungil yang
bernama Citeguh & Cirahayu. Keadaan Cikahuripan yang ada waktu ini
yakni ruang mandi untuk kebutuhan tertentu. Bangunan yang ada ialah
bangunan baru dengan di lengkapi bermacam sarana contohnya ruangan
sholat.
Batu Panyandaan & Makam Sri Bhagawat Pohaci
Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis,
Ke arah timur dari Cikahuripan terdapat susunan batu berbentuk persegi
yang menyerupai tembok batu. Terhadap segi timur terdapat celah sebagai
jalan masuk. ditengah struktur batu keliling terdapat batu berdiri &
batu datar berbentuk segitiga yang dikelilingi susunan batu mungil.
SItus yang ini dinamakan Panyandaan.
Di depan situs Panyandaan terdapat tiga buah batu berdiri yang salah
satunya dalam posisi cenderung. disekitar batu berdiri ini terdapat
sebaran batu-batu bulat. Objek ini diakui juga sebagai makam Sri
Bhagawat Pohaci.
Pamangkonan
Wisata Budaya Ciung Wanara Ciamis, situs Pamangkonan terletak jauh di
sebelah selatan situs Panyandaan atau di sebelah timur situs
Pangcalikan. Objek berupa susunan batu berbentuk persegi. Kepada segi
timur terdapat celah sbg jalan masuk.
Di tengah objek terdapat susunan batu-batu bulat mengelilingi salah satu
batu. Batu ini serta dinamakan Sanghyang Indit-inditan, dulu ditemukan
di Sungai Citanduy.
Makam Adipati Panaekan
Dari Pamangkonan ke arah tenggara terdapat makam Adipati Panaekan. Objek
yg ada berupa tatanan batu bersusun melingkar. Di tengah susunan batu
tersebut terdapat makam. Adipati Panaekan yakni tokoh yg menurunkan
bupati mula-mula Ciamis. Menyangkut kisah Adipati Panaekan baca : Kisah
Tragis Adipati Panaekan.
Fetur Parit & Benteng
Wisata Budaya Ciung Wanara,
Tidak Cuma sekian banyak objek layaknya disebutkan terdahulu, di
komplek Karangkamulyan terdapat fetur parit. Parit ini dijumpai di
sebelah barat halaman parkir & di sekeliling web inti. Jejak parit
kuna disebelah barat halaman parkir tepatnya terletak terhadap batas web
kini dgn kawasan rest tempat.
Parit tersebut membujur utara-selatan menghubungkan antara Sungai
Citanduy dgn Sungai Cimuntur. Kondisi parit disebelah selatan jalan raya
telah tak demikian nampak. Sedangkan disebelah utara jalan raya
masihlah terang kondisinya. Lebar parit yg ada lebih kurang 10 m bersama
kedalaman seputar 2 m.
Situs Karangkamulyan, dikelilingi oleh parit kuna yg mempunyai lebar
bervariasi 0,5-1,5 meter, sebahagian tertutup oleh semak. Kepada sudut
luar parit disebelah terdapat gundukan tanah mencetak benteng membujur
utara-selatan, dgn tinggi seputar 2 m dgn lebar bervariasi antara 3
sampai 4 m.
Dipandang dari jejak-jejak yang ada, benteng ini pula berlanjut sampai
pinggir Sungai Cimuntur. Berdasarkan temuan keramik asing menunjukkan
berasal dari kurang lebih abad ke-10-17 M.
Di situs ini pula dibangun Gong Perdamaian Dunia yang merupakan lambang
persaudaraan perdamaian & gong ini adalah gong perdamaian paling
besar didunia. Itulah ulasan tentang informasi dari Situs
Karangkamulyan, semoga bermanfaat!.


Mei 04, 2017





Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar