Kamis, 04 Mei 2017

Situ Wangi Kawali Ciamis

Ketua Yayasan Galuh Etnic Winduraja, Atus Gusmara, menjelaskan, saat ini tedapat dua versi cerita mengenai sejarah awal mula keberadaan Situ Wangi,  yang terletak di Dusun Hayawang, Desa Winduraja, dan berbatasan langsung dengan Desa Citeureup dan Purwasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Cerita yang pertama, kata Atus, diawali saat Raja Galuh pertama, keturunan brata legawa, atau lebih akrab dikenal haji purwa galuh (Prabu Wangi), pergi ke mekah untuk berhaji. Sepulang dari mekah, Haji Purwa Galuh tersebut membawa air zam-zam. Kemudian, sebagian air zam-zam tersebut dituangkan ke dalam situ, kemudian lahirlah nama Situ Wangi.
Cerita yang kedua, kata Atus, nama Situ Wangi diambil dari nama seorang penari ronggeng yang dulu mencurahkan keluh kesahnya dengan mendatangi situ tersebut, nama seorang penari itu Nyi mas Sri Wangi.
Lebih lanjut, Atus mengungkapkan, saat Situ Wangi diresmikan, para tamu undangan disuguhi ikan mas. Ikan mas itu kemudian dimakan, tapi bagian kepalanya tidak. Ikan itu selanjutnya dilemparkan ke dalam Situ Wangi. Seketika, ikan mas itu hidup kembali. Ikan mas itu diberi nama si Rawing.
“Ada lagi cerita, ikan mas yang disuguhkan saat pembukaan, hanya dimakan pada bagian perutnya saja. Ikan itu kemudian hidup kembali setelah dilemparkan ke dalam situ. Ikan itu kemudian dinamai Kohkol,” ucapnya.
Selanjutnya, lanjut Atus, seandainya Situ Wangi itu dipancing, maka ikan yang ada di dalamnya akan pindah ke Situ Panjalu. Ikan-ikan itu dibawa Kohkol, dimana bagian perutnya yang berlubang membawa air menuju Situ Panjalu. Air itu digunakan untuk memubuat jalan yang dilalui ikan menjadi licin. Ikan Kohkol itu biasanya diikuti ikan lele berukuran besar di belakangnya.
Fenomena lain yang terjadi pada Situ Wangi, Atus menambahkan, terjadi pada saat kejadian tsunami Aceh. Air yang ada di Situ Wangi surut sedalam dua meter, dan kembali menyembur ke atas mencapai empat meter. Kejadian itu persis bersamaan dengan peristiwa tsunami.
“Begitu juga saat terjadi bencana di belahan bumi lain. Air di Situ Wangi bergelombang seperti ombak dan airnya berubah menjadi keruh,” pungkasnya.

Secara administratif, Situ Wangi terletak di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan terletak pada koordinat 7°09’42.0″S 108°22’11.3″E. Pada mulanya, Situ Wangi hanya dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai sumber pengairan sawah, kebun, dan kolam. Pada 2007, Situ Wangi masuk kedalam pada perencanaan pengembangan objek wisata oleh Pemkab Ciamis. Hal ini baru dapat direalisasikan pada 2014.
Situ Wangi yang memiliki luas kurang lebih 4,7 Ha yang sudah meliputi area perairan dan darat akhirnya dibenahi. Pembenahan dilakukan oleh Pemkab Ciamis. Pembenahan yang dilakukan diantaranya perbaikan akses jalan menuju Situ Wangi, pembuatan gapura Situ Wangi, pembuatan area parkir wisatawan. Pembenahan lainnya, terkait dengan penataan dan penambahan sarana prasarana bisa dilangsungkan setelah pembebasan lahan warga yang berbatasan langsung dengan area Situ Wangi.
Asal-usul nama Situ Wangi memiliki dua versi yang berbeda. Versi pertama berkaitan dengan Kerajaan Galuh. Disebutkan, Raja Galuh pertama, keturunan Brata Legawa, atau lebih akrab dikenal Haji Purwa Galuh (Prabu Wangi), pergi ke Mekah untuk berhaji. Sepulang dari Mekah, Haji Purwa Galuh tersebut membawa air zam-zam. Kemudian, sebagian air zam-zam tersebut dituangkan ke dalam situ, kemudian lahirlah nama Situ Wangi. Versi kedua yaitu diambil dari nama seorang penari ronggeng yang dulu mencurahkan keluh kesahnya dengan mendatangi situ tersebut, nama seorang penari itu Nyi mas Sri Wangi.
Selain asal-usul nama Situ Wangi yang salah satunya memiliki kaitan dengan Kerajaan Galuh, ada beberapa fenomena dan kepercayaan warga setempat mengenai Situ Wangi. Salah satunya adalah cerita mengenai Rawing dan Kohkol yang muncul pada saat peresmian Situ Wangi.
Saat Situ Wangi diresmikan, para tamu undangan disuguhi ikan mas. Ikan mas itu kemudian dimakan, tapi bagian kepalanya tidak. Ikan itu selanjutnya dilemparkan ke dalam Situ Wangi. Seketika, ikan mas itu hidup kembali. Ikan mas itu diberi nama si Rawing. Ada lagi cerita, ikan mas yang disuguhkan saat pembukaan, hanya dimakan pada bagian perutnya saja. Ikan itu kemudian hidup kembali setelah dilemparkan ke dalam situ. Ikan itu kemudian dinamai Kohkol.
Keanehan di Situ Wangi terkait keberadaan Kohkol yaitu seandainya Situ Wangi itu dipancing, maka ikan yang ada di dalamnya akan pindah ke Situ Panjalu. Ikan-ikan itu dibawa Kohkol, dimana bagian perutnya yang berlubang membawa air menuju Situ Panjalu. Air itu digunakan untuk memubuat jalan yang dilalui ikan menjadi licin. Ikan Kohkol itu biasanya diikuti ikan lele berukuran besar di belakangnya.
Fenomena lain yang terjadi pada Situ Wangi, terjadi pada saat kejadian tsunami Aceh. Air yang ada di Situ Wangi surut sedalam dua meter, dan kembali menyembur ke atas mencapai empat meter. Kejadian itu persis bersamaan dengan peristiwa tsunami. Begitu juga saat terjadi bencana di belahan bumi lain. Air di Situ Wangi bergelombang seperti ombak dan airnya berubah menjadi keruh.
Mitos lainnya seputar Situ Wangi ialah adanya larangan untuk buang air besar dan kecil di sekitar danua. Konon, menurut warga setempat, jika dilanggar, maka pelanggar tersebut akan meninggal keesokan harinya. Untuk menghindari petaka tersebut, pelanggar harus membaca Al-Quran semalam suntuk dengan ditemani oleh warga setempat. Ada juga mitos mengenai larangan suku asli di salah satu wilayah di Jawa Barat untuk berkunjung ke Situ Wangi. Meskipun masih belum jelas alasan dan akibatnya, namun, ada baiknya pengunjung tetap menghormati kepercayaan di lokasi Situ Wangi.
Air Situ Wangi tidak akan menyusut seperti kebanyakan danau lainnya di Jawa Barat. Ketika musim kemarau, air dan ikan di Situ Wangi akan tetap berlimpah. Air di Situ Wangi tidak akan surut dan ikan-ikannya tidak akan menghilang ketika musim kemarau. Hal ini disebabkan adanya kepercayaan bahwa sumber air di Situ Wangi sama dengan sumber air yang ada di Situ Lengkong, Kabupaten Panjalu.
Akses menuju Situ Wangi termasuk mudah, bahkan dari beberapa kota besar di sektarnya, seperti Majalengka, Ciamis, bahkan Bandung. Berikut uraian jalur menuju Situ Wangi dari beberapa kota besar.
BANDUNG – KAWALI – SITU WANGI
Arahkan kendaraan menuju Ciawi melalui Jalan Raya Bandung – Tasikmalaya. Tepat di Pasar Ciawi, ambil jalan menuju Pondok Pesantren Suryalaya melalui Pagerageung. Pertigaan menuju Pagerageung berada pada koordinat -7.125025, 108.145545. Pada koordinat ini, ambil kanan menuju Jalan H. Salim. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di pertigaan pada koordinat -7.125503, 108.154650. Ambil arah kiri pada pertigaan ini menuju Jalan Raya Nanggeleng – Cirahayu (Jalan Raya Pagerageung). Ikuti terus jalan raya utama hingga patokan berikutnya. Patokan berikutnya yaitu Pondok Pesantren Suryalaya.
Setelah persimpangan dengan jalur menuju Pondok Pesantren Suryalaya, akan ditemui persimpangan besar pada koordinat -7.125572, 108.219191. Persimpangan ini merupakan pertemuan dari Jalan Raya Suryalaya – Jalan Raya Panjalu – Simpang Tiga Warudoyong. Ikuti jalan raya utama pada persimpangan ini menuju Simpang Tiga Warudoyong. Patokan berikutnya yaitu Situ Lengkong di Kecamatan Panjalu.
Setibanya di area Situ Lengkong, tepatnya di persimpangan pada koordinat -7.128427, 108.264994, ambil arah kanan menuju gerbang masuk objek wisata Situ Lengkong. Setelah gerbang masuk objek wisata Situ Lengkong, ikuti jalan raya utama menuju Jalan Raya Panjalu – Kawali. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di persimpangan pada koordinat -7.177750, 108.364180. Ambil arah kiri menuju Jalan Cikijing – Kawali. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di persimpangan pada koordinat -7.166573, 108.368959.
Persimpangan ini berada tepat di tikungan, sehingga akan lebih mudah jika masuk dari arah Kawali. Ikuti jalan utama hingga menemukan gapura masuk ke Situ Wangi pada koordinat -7.162870, 108.368633. Gapura masuk menuju Situ Wangi berada di sebelah kanan jalan. Pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 115 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam 25 menit.
CIAMIS – KAWALI – SITU WANGI
Arahkan kendaraan menuju Kecamatan Kawali. Setelah tiba di Kecamatan Kawali, arahkan kendaraan menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali hingga bertemu persimpangan pada koordinat -7.177648, 108.364181. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali. Ikuti jalan utama hingga menemukan gapura masuk ke Situ Wangi pada koordinat -7.162870, 108.368633. Gapura masuk menuju Situ Wangi berada di sebelah kanan jalan. Pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 23.2 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 38 menit.
MAJALENGKA – PANAWANGAN – SITU WANGI
Arahkan kendaraan menuju Kecamatan Cikijing melalui Kecamatan Maja kemudain Kecamatan Talaga. Setiba di Kecamatan Cikijing, arahkan kendaraan menuju persimpangan ke Jalan Raya Cikijing – Kawali. Persimpangan menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali berada pada koordinat -7.016263, 108.365689. Ambil arah kiri menuju Jalan Raya Panawangan. Ikuti jalan raya utama hingga tiba pada persimpangan di koordinat -7.025867, 108.351542. Ambil arah kiri menuju Jalan Raya Panawangan.
Arahkan kendaraan hingga tiba di Panawangan. Setiba di Panawangan, ikuti jalan Raya Cikijing – Kawali hingga tiba persimpangan pada koordinat -7.177648, 108.364181. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Raya Cikijing – Kawali. Ikuti jalan utama hingga menemukan gapura masuk ke Situ Wangi pada koordinat -7.162870, 108.368633. Gapura masuk menuju Situ Wangi berada di sebelah kanan jalan. Pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 62.3 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam 44 menit.
Kondisi jalan, baik Jalan Raya Ciamis – Kawali – Winduraja, Jalan Raya Pagerageung – Panjalu – Kawali, dan Jalan Raya Cikijing – Panawangan – Winduraja akan sangat sepi menjelang malam. Penerangan masih sangat minim serta jarak antar rumah yang cukup berjauhan. Sebaiknya tidak melintas di jalur ini pada malam hari bagi yang belum terbiasa. Situ Wangi sebagai objek wisata masih belum memiliki fasilitas penunjang wisata yang lengkap, bahkan mck. Pengunjung dapat meminta ijin pada warga setempat jika membutuhkan sesuatu. Lokasi Situ Wangi berada sangat dekat dengan permukiman warga.

Astana Gede Kawali – Ibukota Kerajaan Galuh Masa Lalu Prasasti III Astana Gede Kawali (Foto: Deni Sugandi)

Astana Gede Kawali – Ibukota Kerajaan Galuh Masa Lalu

Prasasti III Astana Gede Kawali (Foto: Deni Sugandi)
Prasasti III Astana Gede Kawali (Foto: Deni Sugandi)
Alampriangan.com – CIAMIS memiliki sejarah yang panjang.  Wilayah ini dahulu memiliki peranan yang sangat penting karena menjadi pusat kerajaan Galuh, sebuah kerajaan besar di Jawa Barat yang berdiri sejak abad VII.  Salah satu lokasi yang pernah menjadi Ibu Kota Kerajaan Galuh adalah Kawali.
Saat ini sisa-sisa peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh pada abad ke-14 Masehi bisa dilihat di Situs Astana Gede Kawali. Menariknya, tinggalan arkeologis yang terdapat di situs ini berasal dari tiga budaya yang berbeda, yaitu antara budaya lokal, budaya Hindu dan Islam. Beberapa tinggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir dan 11 buah makam.

Lokasi Situs Astana Gede Kawali

Situs Astana Gede Kawali terletak di Dusun Indrayasa, Kecamatan Kawali, sekitar 21 km dari kota Ciamis ke arah Utara. Di dalam situs ini terdapat banyak peninggalan arkeologis.
Situs ini memiliki luas sekitar 5 ha. Berada di kaki Gunung Sawal, bentang alamnya dikelilingi oleh pepohonan yang rimbun dan tinggi sehingga memberikan hawa yang sejuk dan aura mistis yang kental.
Di sebelah Selatan dibatasi oleh Sungai Cibulan yang mengalir dari Barat ke Timur. Di sebelah Timur berupa parit kecil dari sungai Cimuntur yang mengalir dari Utara ke Selatan.  Di sebelah Utara, mengalir Sungai Cikadongdong dan sebelah Barat dibatasi oleh Sungai Cigarunggang.
Keadaan lingkungan situs ini merupakan hutan lindung yang ditumbuhi dengan berbagai jenis tumbuhan, tanaman keras dari famili meliceae, lacocarpaceae, euphorbiaceae, sapidanceae dan lain-lain, tanaman palawija, rotan, salak, cengkih dll.
Dari kota Ciamis, Situs ini dapat ditempuh dengan kendaraan, baik motor ataupun mobil, sekitar empat puluh lima menit. Kondisi jalan cukup baik karena sudah diaspal.

Sejarah Situs Astana Gede Kawali

Konon situs dinamakan Astana Gede karena terdapat sebuah makam yang ukurannya besar, panjang sekali dan berbeda dengan makam-makam lain pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam dan gede berarti besar.
Namun ada juga yang berpendapat karena Situs Astana Gede merupakan tempat dimakamkannya orang-orang besar, atau dalam bahasa Sunda disebut gegeden. Makam tersebut diduga adalah makam Pangeran Usman, yang memerintah pada 1592 – 1643 M. Beliau sudah memeluk agama Islam yang merupakan keturunan dari Kesultanan Cirebon.

Makam Adipati Singacala di Astana Gede Kawali
Makam Adipati Singacala di Astana Gede Kawali
Dilihat dari tinggalan budaya yang ada, Astana Gede Kawali merupakan kawasan campuran. Yaitu berasal dari periode prasejarah, klasik dan periode Islam.
Bentuk budaya dari tradisi megalitik ditandai dengan adanya temuan punden berundak, lumpang batu, menhir, yoni kemudian berlanjut secara berangsur-angsur ke tradisi budaya sejarah (klasik) yang ditandai dengan adanya prasasti, kemudian berlanjut ke tradisi Islam yang ditandai dengan adanya makam kuna.
Prasasti Kawali II di Astana Gede Kawali
Prasasti Kawali II di Astana Gede Kawali
Pada masanya, Kawali merupakan pusat pemerintahan kerajaan Galuh dengan raja-raja yang bertahta yaitu Prabu Ajiguna Linggawisesa, yang dikenal dengan sebutan Sang Lumahing kiding, Prabu Ragamulya atau Aki Kolot, Prabu Linggabuwana yang gugur pada peristiwa bubat, Rahyang Niskala Wastukancana yang meninggalkan beberapa prasasti di Astana Gede (Situs Kawali) dan Dewa Niskala, ayah dari Prabu Jayadewata yang selanjutnya memindahkan pusat kerajaan ke Bogor (baca juga: Sejarah Kawali).

Keistimewaan Situs Astana Gede Kawali

Sebagi destinasi wisata budaya dan wisata sejarah, situs ini merupakan kawasan yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung datang dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis, dan banyak juga yang datang dari luar Kabupaten Ciamis.
Selain itu, situs ini juga merupakan obyek ilmu pengetahuan. Banyak tinggalan budaya masa lampau yang sudah diteliti oleh para ilmuwan seperti ahli arkeologi, ahli filologi sejarawan dsb.
Mereka datang untuk meneliti mulai dari jenis batu-batuan, tulisan dan bahasanya, atau temuan-temuan lain yang berhasil digali terutama oleh para ahli arkeologi.  Penelitian di Astana Gede mulai dilakukan pada zaman Belanda, tetapi lebih menitikberatkan pada prasasti.
Orang Eropa yang pertama kali tertarik pada prasasti di Situs Kawali ini adalah Thomas Stamford Raffles (1811-1816), terbukti dia menyebut-nyebutnya dalam dalam bukunya History of Java. Namun, prasasti itu baru dibaca secara serius oleh Friederich pada tahun 1855.
Selanjutnya berturut-turut  K.F. Holle pada tahun 1867 dan  J Noorduijn pada tahun 1988. Dua orang filolog Indonesia yang juga membaca ulang prasasti ini adalah Saleh Danasasmita (1984) dan Atja (1990). Prasasti ke-enam ditemukan tahun 1995 oleh Juru Pelihara Astana Gede bernama Sopar.
Salah satu dari prasasti tersebut bertuliskan “Mahayuna Ayuna Kadatuan” yang dijadikan sebagai motto juang Kabupaten Ciamis.
Jadi, kapan berkunjung ke Situs Astana Gede Kawali?

Pantai Karang Tawulan

Pantai Karang Tawulan, nama pantai ini mungkin masih rada asing di telinga para traveller. Padahal, pantai karang tawulan bisa dikatakan salah satu pantai indah yang ada di jalur selatan wilayah jawa barat.
Saya pun secara tidak sengaja berkunjung ke pantai tempat wisata di Tasikmalaya ini saat touring ke Pangandaran. Tapi ternyata dari ketidak sengajaan ini bisa ketemu juga pantai yang masih alami dan indah banget di jalur selatan.

Objek wisata alam tasikmalaya yang pertama adalah Pantai karang tawulan yang berlokasi di Cilembang Kecamatan Cihideung Tasimalaya. Pantai ini memang belum terkenal di kalangan penggila wisata karena untuk menuju ke pantai ini pun aksesnya tidak begitu mudah.
jarak dari pusak kota tasikmalaya ke pantai karang tawulan adalah sekitar 90 kilometer, mengingat lokasinya yang berada di perbatsan antara kedua kabupaten yaitu kabupaten tasikmalaya dan kabupaten ciamis.
bagi anda traveler sejati pastinya pantai ini terlihat begitu menarik karena masih jarang yang mengunjungi dan juga tentunya pantainya masih alami dan bersih.

Alamat / Lokasi Pantai Karang Tawulan

Secara administratif alamat / lokasi Pantai Karang Tawulan berada di desa Cimanuk, kecamatan Cikalong, Tasikmalaya. Lokasinya berbatasan dengan wilayah Ciamis-Pangandaran.
Letak karang tawulan sendiri sebetulnya cukup strategis dan mudah untuk dijangkau. Saat ini jalan di jalur selatan jawa barat sudah bagus sehingga wisatawan dari kota lain seperti bandung, jakarta, dll akan dengan mudah mencapai tempat ini.
Daya tarik pantai ini ada di bentukan tebing yang sedikit menjorok ke tengah laut, dengan pantai pasir yang indah dan sedikit tersembunyi dibagian bawah kiri dan kanan tebing.
jalan menuju pantai karang tawulan
Pernah berkunjung ke pantai Puncak Guha Garut? jika pernah maka bentukannya hampir sama. Hanya saja kalau menurut saya lebih bagus, indah, dan teduh di karang tawulan. Selain itu di pantai ini anda bisa turun ke bermain di pasir pantai.
alamat pantai karang tawulan
sudut tebing yang menjorok ke tengah
Dari ujung pagar di foto diatas, anda bisa melihat lepas ke pantai di sebelah kiri dan kanan. Tidak jauh dari situ juga terdapat pulau karang besar . Biasanya pulau itu dijadikan sarang burung camar pada waktu-waktu tertentu.
Area pantai Karang Tawulan sendiri sebetulnya cukup luas, dan mempunyai fasilitas yang cukup lengkap. Di area utama yang berada diatas tebing, anda bisa beristirahat di warung-warung yang tersedia. Sarana parkir pun tersedia cukup luas.
Saat saya datang, jalan menuju ke lokasi pantai dari jalur utama pantai selatan baru saja di aspal mulus. Jaraknya memang tidak jauh juga sih dari jalan raya, paling sekitar 500 meter saja.

Peta Pantai Karang Tawulan

Berikut ini adalah peta menuju karang tawulan berdasarkan google map.

Jalan Menuju Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya

Ada beberapa rute jalan menuju pantai karang tawulan tasikmalaya yang bisa anda gunakan.
1. Rute Menyusuri Pantai Selatan
Jalan ini yang saya gunakan dari Bandung. Ada 2 alternatif rute dari bandung via jalur selatan:
  • rute Bandung – Pangalengan – pantai Ranca Buaya Garut – Santolo – Cipatujah – Karang Tawulan. Ini jalan yang saya gunakan
  • rute bandung – ciwidey – pantai cidaun cianjur – pantai Ranca Buaya Garut – Santolo – Cipatujah – Karang Tawulan.
Kondisi jalan saat saya lewati cukup mulus. Mungkin karena jalur ini memang dijadikan jalur utama dari Bandung untuk menuju ke jalur selatan jawa barat.
Kondisi jalan di sepanjang jalur selatan juga bagus sekali. Hanya di dekat jembatan-jembatan besar saja yang masih bergelombang. Rute menuju pantai karang tawulan di sepanjang jalur selatan relatif lurus. Pastikan selalu cek kecepatan anda, karena seringkali ngga sadar kalau kecepatan kendaraan sudah lumayan.
Sepanjang yang saya lihat, kendaraan umum di rute ini cukup jarang. Kalaupun ada berupa kendaraan Elf saja.
2. Rute antar kota biasa
Untuk jalan yang ini menggunakan rute antar kota biasa, tidak menyusuri pantai. Ada beberapa alternatif yang bisa anda gunakan dari Bandung
  • rute Bandung –  Tasikmalaya – Singaparna – Cipatujah – Karang tawulan
  • rute Bandung – Garut – Jalan singaparna – Cipatujah – Karang tawulan
  • rute Bandung – Garut – Pameungpeuk – Cipatujah – Karang tawulan.
Anda bisa menggunakan kendaraan umum melewati rute ini. Biasanya berupa Elf.
3. Dari Pangandaran
Dari pangandaran, letak pantai karang tawulan tidak terlalu jauh kok. hanya kurang lebih 1,5 jam saja sudah bisa sampai dari Pangandaran ke lokasi.
Letak lokasi pantai ini tidak jauh dari gerbang perbatasan Ciamis – Tasikmalaya. Untuk lebih mudahnya anda bisa menggunakan panduan peta google map diatas.

Fasilitas di Pantai Karang Tawulan

Untuk fasilitas, tempat wisata di tasikmalaya ini cukup lengkap. Terdapat toilet di area utama, warung-warung makan dengan harga yang ‘normal’, dan juga lapangan parkir yang cukup luas.
alamat pantai karang tawulan - lapang parkir
Untuk tempat sampah umum masih sedikit sekali. Disamping itu terdapat gardu pandang dan beberapa gazebo di spot-spot yang strategis buat menikmati keindahan sekitar pantai.
Di beberapa lokasi, pagar pengaman sudah rusak. Ada juga satu gazebo yang sudah tidak ada atapnya lagi.
pantai karang tawulan tasikmalaya
beberapa sarana yang rusak

Harga Tiket Masuk Pantai Karang Tawulan

Harga tiket masuk pantai karang tawulan terhitung murah. Tiket masuk per orang Rp 3500, dan Rp 2500 untuk motor. Untuk kendaraan roda 4 tiket masuknya adalah Rp 10,000.
Banyak pengunjung yang bermain sampai ke tebing karang yang menjorok ke tengah laut. Biasanya ini digunakan untuk spot memancing. Memang tidak terlalu sulit untuk menuju kesana, tetapi wajib hati-hati sekali karena jika jatuh langsung ke laut dengan karang-karang yang lumayan tajam.
pantai karang tawulan 9

Penginapan di Pantai Karang Tawulan

Untuk penginapan di pantai karang tawulan belum ada. Tetapi terdapat beberapa penginapan kecil di sepanjang jalan jalur selatan yang tidak jauh dari lokasi. Selain itu anda pun bisa camping di area atas. Area bagian atas pantai memang banyak digunakan sebagai tempat camping oleh pengunjung.

Video Pantai karang Tawulan

Video pantai karan tawulan bisa rekan-rekan tonton dibawah ini
Nah buat anda yang kebetulan sedang traveling ke pantai pangandaran, ataupun sedang menyusuri jalur pantai selatan, ada baiknya untuk mampir ke pantai ini. Dijamin sepadan dan tidak akan mengecewakan.

Jembatan Sasak Cirahong, Jembatan Susun yang Apik Dalam Jepretan Kamera

Berada di perbatasan antara kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis, traveler bisa menemukan jembatan susun yang keren banget jika difoto. Jembatan tersebut bernama Cirahong atau ada pula yang menyebutnya Jambatan Sasak Cirahong. Untuk lebih mudahnya traveler yang mencari keberadaan jembatan ini bisa datang ke desa Manonjaya, Tasikmalaya.
Jembatan Cirahong, via instagram
Jembatan Cirahong adalah jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda di tahun 1893. Jembatan ini unik karena bersusun dua dimana bagian atas digunakan sebagai jembatan kereta api sedangkan terowongan di bawahnya untuk kendaraan umum. Saat kereta jurusan Bandung-Surabaya melintas, traveler bisa mendapatkan gambar yang sangat keren di tempat ini.
 

Sejarah Jembatan Cirahong Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya

 Sasak Cirahong
Sejarah Jembatan Cirahong Perbatasan Ciamis-Tasikmalaya - Kita ketemu lagi dengan nyeleneh, karena dalam beberapa waktu ke belakang tidak bisa posting. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas seputar sejarah pembanguna jembatan Cirahong perbatasan Ciamis-Tasikmalaya Jawa Barat.
Oke, kita langsung saja ke inti pembahasannya. Jembatan Cirahong letaknya di Desa Manonjaya, Tasikmalaya. Di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Ciamis, Jawa Barat. Jembatan ini dibangun pada zaman penjajahan Belanda, atau tepatnya pada 1893.

Jembatan tersebut panjangnya mencapai 200 meter. Lebarnya tidak lebih dari 2 meter. Dua penyanga beton setinggi 46 meter terlihat kokoh menopangnya. Di bagian atas, besi-besi terlihat saling bersilang, menjaga bentang Cirahong, dari ujung ke ujung. Di atas jembatan, terdapat rel kereta api jurusan Bandung-Surabaya. Hingga kini, jalur tersebut masih aktif.
Jembatan Cirahong merupakan satu-satunya jembatan warisan Belanda di Kabupaten Ciamis, propinsi Jawa Barat. Kekokohan konstruksi ini, terbukti dari gempa bumi yang mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat.
Mungkin sekian saja yang dapat nyeleneh sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

icakan waterboom

Menara Diamond

Ini adalah Maskot dari icakan itu sendiri. awalnya maskot icakan adalah kingkong dan telah di rubah dan di ganti menjadi Menara Diamond.

MasjidAgung Icakan

Kemewahan arsitek Masjid ini dan terletak di atas bukit icakan membuat icakan semakin mempesona. mesjid icakan dengan konsep Kubah yang dapat di buka dan dapat terlihat di berbagai macam sudut.

Taman Pines

Dengan Pines yang tumbuh di atas danau Icakan dan di selipkan Saung bambu lesehan anda bisa menikmati keindahan

Kereta Wisata

Nikmati dengan berkeliling di icakan dengan menaiki kereta wisata icakan ini

Kolam Ombak

Mengusung Konsep Pantai, Icakan memberikan tampilan yang berbeda dengan adanya kolam ombah ini. anda bisa bermain dan bercanda ria bersama keluarga.

Sukahaji Water Boom, Cihaurbeuti

Sukahaji Waterboom berlokasikan di jalan Cihaurbeuti desa Sukahaji Kabupaten Ciamis. Dibangun diatas tanah 10.000 m2 dan didesain khusus sebagai Taman Rekreasi Air dan bermain dengan konsep nuansa alam yang eksotik dengan pemandangan Gunung Galunggung.
Berbagai macam aktivitas permainan atraksi Air dan taman bermain anak-anak yang menarik, unik, dan mengasyikkan dan penuh petualangan bagi anak-anak, sampai dengan remaja yang dapat anda nikmati.

Kontak:
Sukahaji Waterboom Ciamis
JL. Cihaurbeuti , Ciamis, Jawa Barat, Indonesia
0813-1140-8584

Curug Panganten - Ciamis

 
 curug Panganten memiliki ketinggian sekitar 50 meter.  Curug ini dapat dikatakan merupakan sambungan dari dua sungai yang mengalirinya.  Di bagian atasnya adalah batas akhir sungai Cirende dan bagian bawahnya adalah hulu dari Sungai Ciliung.  Bahkan batang akhir sungai Cirende sendiri ternyata tersusun dari tiga tangga curug, yaitu Curug Cirende, Curug Sewu dan terakhir Curug Panganten.  Curug Cirende dan Curug Sewu tidak dapat dilihat langsung dari bawah, karena disamping ketinggiannya rendah juga terhalang oleh tebing tinggi yang menjadi limpahan air terjun Curug Panganten.

Legenda

Konon curug tersebut dahulu disebut Curug Sewu.  Namun setelah terjadi peristiwa yang mengenaskan yang menimpa sepasang penganten di sekitar lokasi terebut, curug tersebut lebih dikenal dengan nama Curug Panganten.

Tidak banyak yang bisa di andalakan mengenai potensi wisata dari daerah Ciamis ini. Ada beberapa yang memang sudah sangat terkenal seperti Curug 7 Curug Cibolang di daerah Panjalu. Padahal kalau lebih di eksplore Ciamis punya banyak beberapa potensi wisata/ spot yang indah yang bisa di jadikan tempat wisata jika pemerintah mau serius. Contohnya Curug Panganten yang berada di kampung Kepel desa Kepel Kolot kecamatan Cisaga. Lokasinya tidak jauh dari Wana Wisata Karangkamulyan yang sudah terkenal itu. Berajarak hanya 3 km setelah melewati jembatan jalan 2 daerah sekitar Karangkamulyan jika arah Tasikmalaya menuju banjar, setelah itu belok kiri masuk jalan kecil ke arah SPBE. Nah sekitar 10 meter setelah jembatan kita akan menemukan masjid Riyadul Huda kemudian belok kanan mengikuti jalan kecil yang beraspal dan melewati hamparan pesawahan yang luas kemudian balok-balok kayu hingga sampai pertigaan setelah itu belok kanan. Ikuti jalan hingga nanti menemukan tanjakan, darisana kita berhenti, cukup sampai disana dan kita bisa menitipkan motor di dekat rumah warga. Jika biasanya jalan menuju ke tempat-tempat seperti curug itu hancur nah kalo kesini aksesnya lumayan bagus. Kemudian perjalanan di lanjutkan dengan berjalan kaki lurus (bukan jalan yang menanjak) dan masuk ladang yang lumayan rimbun, sekitar 200 kita sudah sampai di tempat tujuan. Kebetulan waktu kesini pas musim hujan jadinya air sedang dalam kondisi besar, area sekitar curug inipun berubah menjadi sebuah kolam besar. Beda sekali dengan kondisi pas waktu kering

Lokasi

Terletak di Dusun Kepel Kolot, Desa Kepel, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS:


Aksesbilitas

Berjarak sekitar 400 m dari jalan raya Banjar-Ciamis dengan jalan masuknya tepat berada di sisi jembatan Sungai Citanduy.  Akses untuk menuju ke Curug Penganten ini tidaklah sulit, dengan beberapa papan petunjuk arah dipersimpangan jalan memudahkan untuk mencapai lokasi tersebut.  Juga kondisi jalan yang lumayan baik untuk dilewati kendaran roda dua maupun empat.  Pada jarak 50 m sebelum tiba dil lokasi perjalanan dengan kendaraan terhenti, selanjutnya disambung dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review